Mandikdasmen Tinjau Revitalisasi Sekolah di Kalimantan Barat, Anggaran Capai Rp846,68 Miliar
Pontianak, mediapendidikan.id – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti meninjau langsung progres pelaksanaan Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2026 di SMAN 7 Pontianak dan SD Negeri 39 Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Sabtu (17/10). Program tersebut menjangkau 943 sekolah di Kalimantan Barat dengan total anggaran mencapai Rp846,68 miliar.
Peninjauan dilakukan untuk memastikan pelaksanaan revitalisasi berjalan sesuai kebutuhan masing-masing satuan pendidikan, sekaligus mendorong tersedianya fasilitas belajar yang aman, nyaman, dan layak bagi murid maupun guru.
“Kita targetkan revitalisasi ribuan satuan pendidikan tahun ini sebagai wujud komitmen Bapak Presiden Prabowo Subianto untuk memperbaiki mutu dan kualitas pembelajaran anak bangsa di seluruh Indonesia,” ujar Abdul Mu’ti.
Di Kota Pontianak, program revitalisasi tahun 2026 mencakup 46 sekolah dengan total anggaran Rp38,35 miliar. Pelaksanaan program ini juga melibatkan 585 tenaga kerja lokal, sehingga diharapkan memberikan dampak positif bagi sektor pendidikan sekaligus perekonomian masyarakat setempat.
Salah satu penerima bantuan adalah SMAN 7 Pontianak yang membutuhkan perbaikan sejumlah fasilitas untuk menunjang keamanan dan kenyamanan kegiatan belajar mengajar.
Kepala SMAN 7 Pontianak, Ibrahim, mengatakan sekolah yang berdiri sejak 1973 tersebut belum pernah menerima program revitalisasi sebelumnya. Sejumlah fasilitas, seperti laboratorium komputer, laboratorium bahasa, dan ruang kelas, mengalami kerusakan sehingga perlu segera diperbaiki.
“Maka dari itu yang darurat kami utamakan dulu, demi kenyamanan dan keamanan belajar,” kata Ibrahim.
Pada 2026, SMAN 7 Pontianak memperoleh alokasi bantuan revitalisasi sebesar Rp1,05 miliar. Dana tersebut digunakan untuk memperbaiki laboratorium komputer, laboratorium bahasa, dan ruang kelas yang membutuhkan penanganan.
Keterbatasan ruang kelas yang layak selama ini turut memengaruhi pelaksanaan pembelajaran di sekolah tersebut. Dalam dua tahun terakhir, SMAN 7 Pontianak menerapkan sistem pembelajaran dua sesi, yakni pagi dan sore, untuk mengakomodasi kebutuhan rombongan belajar.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana dan Prasarana SMAN 7 Pontianak, Reza Pratama, menegaskan bahwa ketersediaan sarana dan prasarana yang memadai merupakan faktor penting dalam mendukung kualitas pembelajaran.
“Kami sangat butuh bantuan terkait pembangunan ini, karena ketika kita mempunyai prasarana dan sarana yang bagus, kita bisa melangkah lebih jauh juga,” ungkap Reza.
Harapan serupa disampaikan Aida Nafisa Aristantio, siswi kelas XII SMAN 7 Pontianak. Ia berharap proses revitalisasi dapat segera rampung agar guru dan murid bisa kembali memanfaatkan fasilitas sekolah secara optimal.
“Kami berharap revitalisasi gedung ini dapat segera selesai sehingga guru bisa kembali memiliki ruang guru dan anak murid bisa belajar dengan normal,” tutur Aida.
Selain di Pontianak, revitalisasi juga dilaksanakan di SD Negeri 39 Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya. Sekolah tersebut memperoleh bantuan sebesar Rp2,2 miliar pada 2026 untuk merehabilitasi ruang kelas dan membangun ruang kelas baru.
Bagi para murid, pembangunan fasilitas baru menjadi harapan untuk menciptakan suasana belajar yang lebih menyenangkan. Aqila Viandra, siswi kelas 6A SD Negeri 39 Sungai Raya, menyambut gembira rencana pembangunan ruang kelas baru di sekolahnya.
“Wah senang banget, karena ruangan baru juga, tambah senang, tambah semangat,” ujar Aqila.
Secara nasional, pemerintah menargetkan revitalisasi 71.744 satuan pendidikan pada 2026. Target tersebut melanjutkan upaya perbaikan fasilitas pendidikan yang telah dilaksanakan pada tahun sebelumnya. Pada 2025, sebanyak 16.167 sekolah telah menerima program revitalisasi.
Melalui program ini, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus mendorong peningkatan kualitas sarana dan prasarana pendidikan agar semakin banyak sekolah memiliki fasilitas yang memadai untuk menunjang kegiatan belajar mengajar.
Revitalisasi diharapkan tidak hanya memperbaiki kondisi fisik bangunan sekolah, tetapi juga menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih aman, nyaman, dan mendukung peningkatan kualitas pembelajaran bagi seluruh murid Indonesia.
“Mari terus bersemangat dan berdedikasi mencerdaskan bangsa, memastikan setiap anak Indonesia mendapatkan fasilitas belajar yang layak dan berkualitas,” imbau Abdul Mu’ti. (**)

Posting Komentar