Mendikdasmen Harapkan Anak Sekolah di Papua Bangga Gunakan Bahasa Daerah
JAYAPURA, mediapendidikan.id – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti meminta sekolah-sekolah di Papua menumbuhkan kebanggaan anak terhadap bahasa daerah melalui pembelajaran dan penggunaan bahasa ibu dalam kehidupan sehari-hari.
Hal tersebut disampaikan Abdul Mu’ti saat menghadiri Kongres Bahasa Daerah 2026 di Kota Jayapura, Papua, Senin. Ia menegaskan bahwa pelestarian bahasa daerah perlu dilakukan sejak dini dengan tetap mengutamakan kedudukan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional.
“Sekolah perlu membangun rasa bangga terhadap bahasa daerah dengan tetap mengutamakan kedudukan bahasa Indonesia,” kata Abdul Mu’ti.
Menurutnya, pendidikan memiliki peran strategis dalam membentuk generasi muda yang memiliki akar budaya kuat, sekaligus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Karena itu, penguatan bahasa daerah perlu menjadi bagian dari proses pembelajaran di sekolah.
Abdul Mu’ti menjelaskan, upaya tersebut dapat dilakukan melalui pembelajaran bahasa dan sastra daerah dalam muatan lokal. Sekolah juga dapat memanfaatkan berbagai unsur budaya setempat, seperti cerita rakyat, tembang, pantun, permainan tradisional, dan tradisi lisan sebagai bahan pembelajaran.
Selain itu, pengembangan buku bacaan dan media pembelajaran yang sesuai dengan konteks budaya setempat dinilai penting untuk meningkatkan ketertarikan anak dalam mengenal dan menggunakan bahasa daerah.
Ia juga menekankan pentingnya peran guru dan tenaga kependidikan dalam menghubungkan pengetahuan lokal dengan pengalaman belajar murid. Dengan pendekatan tersebut, peserta didik diharapkan tidak hanya memahami bahasa daerah, tetapi juga mengenal dan menghargai warisan budaya mereka.
Menurut Abdul Mu’ti, keberhasilan pelestarian bahasa daerah tidak cukup diukur dari kemampuan anak menguasai kosakata. Lebih dari itu, keberhasilan harus terlihat dari tumbuhnya rasa bangga dan kebiasaan menggunakan bahasa daerah dalam kehidupan sehari-hari.
Oleh karena itu, penggunaan bahasa daerah perlu mendapat ruang yang memadai di berbagai lingkungan, mulai dari keluarga, sekolah, komunitas, hingga ruang publik.
“Dengan begitu penggunaan bahasa daerah perlu mendapat ruang yang saling terhubung antara rumah, sekolah, komunitas, dan ruang publik agar pewarisan tidak terputus,” ujarnya.
Melalui penguatan bahasa daerah di lingkungan pendidikan, diharapkan generasi muda Papua dapat terus menjaga identitas budaya sekaligus memperkuat keberagaman bahasa sebagai bagian dari kekayaan bangsa Indonesia. (Us)

Posting Komentar